Kata
“Indonesia Kaya” tentu sudah tidak asing didengar oleh seluruh elemen bangsa
Indonesia. Dunia mengakui bahwa Indonesia merupakan negara maritim terbesar dengan luas laut mencapai
3,1 Juta Km2 dan terdiri dari 17.000 pulau yang didiami Sumber Daya
Manusia (SDM) terbesar ke-4 yaitu sebanyak 240 Juta Jiwa. Untuk Sumber Daya
Alam (SDA) khususnya sektor pekebunan dan pertambangan, Indonesia menguasai 51% kelapa sawit, 27%
karet, 26% timah, 10,4% tembaga, 8,7%
nikel, dan 3,7% batu bara dari total produksi dunia. Dalam hal keberagaman
Sumber Daya Hati (SDH), Indonesia berada pada peringkat ke-3 di dunia. Dengan
potensi sebesar ini, penulis meyakini bahwa Indonesia seharusnya telah lepas
landas.
Lencana Facebook
Rabu, 08 Agustus 2012
Minggu, 05 Agustus 2012
Surat Untuk Tuhan
Karya: Fachmy Ardiansyah
Tuhan, dulu aku senang
Aku senang karena Negeriku telah
merdeka
Aku senang karena tidak ada lagi
bangsa lain yang mengusai Negeriku
Aku senang karena kekayaan Negeriku
tidak diambil paksa lagi oleh bangsa lain
Tuhan, dulu aku gembira
Aku gembira karena Negeriku amat
makmur
Aku gembira karena Negeriku bisa
hidup tanpa ada rasa takut
read more
Sabtu, 04 Agustus 2012
MAHASISWA IDEAL
read more
Jumat, 03 Agustus 2012
Optimis Menatap Masa Depan Bangsa
Optimis Menatap
Masa Depan Bangsa
oleh: Catur Sugiarto
oleh: Catur Sugiarto
Kita patut bersyukur dilahirkan
di Indonesia, di negeri yang luas dan kaya akan sumber alam dan budaya. Kita
patut bangga menjadi warga Indonesia, di negeri lahirnya orang hebat kelas
dunia seperti Soekarno, Widjojo Nitisastro dan Sri Mulyani. Kita patut berbesar
hati di sini karena di negeri ini telah dilahirkan calon pemimpin besar bangsa,
mereka adalah yang sadar bahwa negeri ini harus segera dimajukan, mereka adalah
Kita.
Dalam bukunya yang berjudul Asia
Future Shock, Michael Backman (2008) menggambarkan kondisi Asia, tak terkecuai
Indonesia. Ekonom yang berspesialisasi di bidang Asia ini menggambarkan tentang
bagaimana Asia akan menjadi bagian penting dari dunia. Pada tahun 2020 Asia
diprediksi akan menyumbang 43% perekonomian dunia, naik dari 35% pada tahun
2005. Namun, yang harus dicermati adalah pernyataan backman bahwa perekonomian
Indonesia sudah berkurang arti pentingnya bagi perekonomian dunia dan bahkan semakin
tidak penting lagi.
Idealisme kami
Kami
adalah anak bangsa
Kami
berbangga
ketika
jiwa-jiwa kami gugur
sebagai
penebus bagi kehormatan mereka,
jika
memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau
menjadi harga
bagi
tegaknya kejayaan, kemuliaan,
dan
terwujudnya cita-cita mereka,
jika
memang itu harga yang harus dibayar.
Kamis, 02 Agustus 2012
Aku dan Kalian
Sempit, sesak
Liang kubur
ini menghimpit ku
Tanah menghitam
Layaknya
pengalaman hidup seonggok tubuh ini
Orang bilang
aku pembunuh,
Penipu,
Bahkan
koruptor,
Ya, koruptor…
Seonggok
tubuhku ini tidak pernah membunuh
Hanya saja
banyak orang mati bodoh di hadapan ku
...
Rabu, 01 Agustus 2012
Kejujuran-Bajakan
Berbicara mengenai korupsi selalu
terkait dengan sebuah kerugian yang ditimbulkan sebagai dampaknya. Korupsi
sendiri sebenarnya memiliki definisi yang rumit dan multi tafsir jika kita
merujuk pada pasal tentang kerugian keuangan negara. Inti dari korupsi adalah
kecurangan. Kecurangan itu bisa berupa penyalahgunaan kekuasaan, suap menyuap
dan mungkin dalam pemanfaatan waktu. Kita pasti sudah sering mendengar adanya
korupsi waktu bukan? Kali ini penulis tidak akan mengajak Anda untuk berpikir
terlalu mendalam mengenai korupsi. Penulis hanya ingin mengajak kita semua
untuk berlaku jujur dimulai dari hal-hal kecil dahulu.
Langganan:
Postingan (Atom)