Minggu, 24 Juni 2012

Peran Nyata Mahasiswa dalam Memberantas Korupsi (Bebas 1)


Jika dilihat, potret Indoneisa identik dengan kemiskinan, teroris, putus sekolah, ditambah dengan hutang luar negeri US$ 214,5 milyar (Oktober 2011), penduduk miskin sejumlah 30 juta orang (Maret 2011), pengangguran mencapai 8,12 juta jiwa (Februari 2011), dan pendapatan perkapita 27 juta rupiah. Padahal Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia dan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. Cita-cita bangsa Indonesia adalah untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Korupsi merupakan hal yang nyata dalam menghambat terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia. Hal ini dibuktikan pada tahun 2010 Indonesia hanya mendapatkan Corruption Perception Index sebesar 2,8 dari nilai maksimal 10 setara dengan negara-negara seperti Bolivia, Solomon, dan Gabon. Bahkan yang lebih memprihatinkan Indonesia mendapat predikat sebagai negara terkorup di Asia. Sebanyak 50 ribu kasus korupsi telah diadukan masyarakat kepada KPK sejak 2004. 63% anggota DPR sejak tahun1999 terlibat kasus korupsi dan 52% diantaranya merupakan korupsi mafia anggaran, sisanya adalah kasus korupsi penyelewengan jabatan dalam pemilihan pejabat negara.
Cara untuk mengatasi permasalahan korupsi adalah kita harus bersama-sama bertekad untuk memberantas korupsi. Jika kita membiarkan korupsi dengan menutup mata, telinga, dan mulut berarti kita telah pro terhadap korupsi. KPK tidak bisa bergerak sendiri, tetapi butuh dukungan dari elemen bangsa yaitu Gerakan Mahasiswa, LSM, Pers, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dll. Mahasiswalah yang menjadi elemen paling penting karena memiliki empat dimensi yaitu intelektual, idealisme, jiwa muda, dan pergerakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar