Senin, 09 Juli 2012

Integritas (Materi Bebas 2)


Sangat lah bagus bergabung dalam komunitas anti korupsi seperti ini. Walaupun baru 100-an dari ribuan mahasiswa STAN, tapi ini adalah langkah yang bagus. Memang tidak semua mahasiswa STAN dapat ikut kelompok ini, tapi ini tidak berarti orang yang tidak ikut pro dengan korupsi, atau tidak antikorupsi. Mungkin mereka sibuk dengan kegiatan mereka atau mereka punya cara sendiri.
       Menjadi anti korupsi dapat anda lakukan tak hanya di lingkungan kampus ketika menjadi mahasiswa, tetapi juga ketika menjadi pegawai kementerian keuangan. Perlu diketahui ada juga Pak Bambang Priyatna yang juga aktif membentuk komunitas anti korupsi di kalangan pegawai Kementerian Keuangan. Ketika anda pegawai pun tawarab diperbantukan di KPK selalu ada setiap tahunnya. Silakan anda mengambil bagian di sana.

Integritas
       Bicara soal integritas, ketika seorang profesor dari Belanda ditanya “Bagaimana supaya kita mempunyai integritas” menjawab :
“Bagi saya, Integritas adalah bagaimana anda menjaga pikiran anda, ucapan anda dan perbuatan anda secara sama”
       Ya, seperti seorang penceramah agama. Ketika ia berceramah tentang sesuatu, ia dituntut untuk melakukan apa yang ia katakan ataupun mengatakan apa yang dia lakukan. Apa yang dia ucapkan menjadi pengikat bagi dirinya.
       Dan seperti halnya sebuah iman. Integritas juga merupakan hal yang fluktuatif. Kadang ia naik, kadang pula ia turun. Lingkungan juga sangat mempengaruhi.
       Anda tidak dapat membayangkan, lingkungan tempat anda bekerja adalah tempat yang sangat nyaman. Ia sangat mudah berubah, tergantung konsidsi.

Korupsi
Korupsi di kantor itu ada. Memang jarang dibahasa dalam dialog-dialog interaktif seperti ini. Tetapi bentuknya adalah ‘tau sama tau’, dari atas dan di bawah tinggal menikmati.
       Kita ambil contoh, dahulu di Pajak/ BC, 2 atau 3 tahun bekerja seseorang sudah mampu membeli mobil. Semua tau itu tidak benar, tapi sudah dianggap hal yang biasa.
       Kalau saya (red. Bapak Kuwat Slamet) lulus pada tahun 1992 dan ditempatkan di BPPK yang merupakan lahan kering.
       Ketika saya berada di melboune yang memiliki indeks korupsi baik, merka berkata : “Rumah kami tidak sepenuhnya bersih. Tetap masih ada oknum. Tapi kami menjaganya dengan sistem yang ketat.”
       Kita bisa menciptakan sistem yang baik di Indonesia. Tapi ini susah dilakukan dalam jangka dekat. Karena sudah jadi kebiasaan. Misalnya di departemen agama, korupsi sudah ada sejak tahun 80/90 an.  Bahkan kata salah satu auditor yang kemudian berpindah menjadi widyaiswara berkata :
“Kalau departemen yang mengurusi agama saja sudah begitu, bagaimana dengan departemen yang lain”
Ada juga yang berkata :
“Jika kalian ingin merampok, rampoklah pegawai pajak. Karena ia tidak akan melapor polisi”

DJP
       Pada tahun 2003 saya ditawari ke KPK dan tahun 2007/2008 saya (red. Bapak Kuwat Slamet) ditawari bekerja di DJP. Ini adalah tawaran kedua setelah tahun 1993 juga diawari di Bea Cukai tapi saya tolak.
       Bahkan ketika di tawari lagi untuk ke pajak, tetap tidak mau. Dari 12 orang yang ditawari semuannya menolak.
       Kondisi seperti itu akan anda temui dan anda rasakan. Jadi yakinkan diri anda. Karena semua berpeluang untuk melakukan hal yang tidak baik.
       Jika anda berada di kolam yang hitam, maka jangan pergi dari kolam itu menuju kolam yang telah bersih. Jadilah gradasi warna putih di sana. Dan lakukan perbaikan, hingga kolam itu semakin bersih.
       Integritas anda akan di uji dimasa depan. Maka pikiran anda, ucapan anda dan perbuatan anda harus serasi, dalam hal kebaikan tentunya.
       Pesan saya, Jangan Pernah menyerah melihat kondisi yang ada di hadapan anda. Semoga anda mendapatkan suasana yang kondusif. Aamiin. J

Pembicara : Kuwat Slamet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar